Terjemahan

Jumat, 18 Januari 2013

MEMANFAATKAN LIMBAH RUMAH TANGGA DENGAN TEKNOLOGI SUPERFARM


Limbah Rumah Tangga
sumber photo : http ://uwaiga23.wordpress.com


1.    Macam Limbah Rumah Tangga
             Limbah rumah tangga terdiri dari 2 jenis yaitu Limbah Rumah Tangga Organik dan Limbah Rumah   Tangga Anorganik.

                      Limbah Rumah Tangga Organik
            adalah limbah yang terbuat dari bahan alami. Limbah rumah tangga organik terdiri dari 2 jenis yaitu        
      mudah busuk dan tidak mudah busuk.
a.       Mudah busuk, seperti sisa makanan, sisa sayuran, dedaunan, potongan rumput, dan kotoran hewan
b.      Tidak mudah busuk, seperti kertas, dan kayu


Limbah Rumah Tangga Anorganik
Adalah limbah yang terbuat dari bahan kimia. Limbah rumah tangga anorganik terdiri dari 2 jenis, yaitu berbahaya dan tidak berbahaya.
a.       Berbahaya, seperti paku, bekas lampu neon, pecahan kaca, sisa racun tikus atau serangga, obat kadaluarsa, batu baterai
b.      Tidak berbahaya, seperti plastik, karet, botol plastik, besi dan baja.

2.    Program Reduce, Reuse, Recovery, dan Recycle
Reduce adalah mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan, seperti mengurangi pembelian barang yang tidak terlalu dibutuhkan.
Reuse,  adalah penggunaan kembali barang yang sudah dibutuhkan, seperti pemberian baju bekas ke tingkat panti asuhan dll, baju kakak dipakai oleh sang adik.
Recovery, adalah usaha perbaikan demi lingkungan, seperti memperbaiki barang-barang yang sudah rusak, seperti sepatu jebol. Perbaikan lahan kritis, Penanaman pohon bakau, dan penanaman pohon.
Recycle, adalah mendaur mendaur ulang limbah organik seperti limbah hijauan, kotoran hewan menjadi pupuk kompos tanaman, daur ulang kertas menjadi kertas kembali.

3.    Tujuan Daur Ulang (Recycle)
Adapun beberapa tujuan daur ulang adalah sebagai berikut :
1.       Mengurangi jumlah limbah untuk mengurangi pencemaran atau kerusakan lingkungan.
2.       Mengurangi penggunaan bahan atau sumber daya alam.
3.       Mendapatkan penghasilan karena dapat dijual ke masyarakat .
4.       Melestarikan kehidupan makhluk yang terdapat di suatu lingkungan tertentu.
5.       Menjaga keseimbangan ekosistem makhluk hidup yang terdapat di dalam lingkungan.
6.    Mengurangi sampah anorganik karena sampah anorganik ada yang dapat bertahan hingga 300 tahun ke depan.



4.    Langkah Daur Ulang
Untuk memudahkan proses daur ulang dan pemanfaatan ulang, langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Pemisahan
    Limbah yang akan didaur ulang atau dimanfaatkan ulang dipisahkan dengan limbah yang harus dibuang ke tempat pembuangan.
  2. Penyimpanan
    Limbah yang sudah dipisahkan tadi disimpan dalam kotak yang tertutup. Usahakan setiap kotak yang tertutup hanya berisi satu jenis material limbah tertentu, misalnya kertas bekas atau botol bekas.
3.      Pengiriman/Penjualan
Barang-barang yang sudah terkumpul dapat dijual ke pabrik yang membutuhkan material bekas sebagai bahan baku atau dapat dijual atau diberikan ke pemulung.


5.    Macam-Macam Limbah Dan Manfaatnya (Melalui Proses Daur Ulang)

  1. Kertas.
Semuajenis kertas dapat didaur ulang, seperti kertas koran dan kardus.




  1. Gelas.
Botol kecap, botol sirup, dan gelas / piring pecah dapat digunakan untuk membuat botol, gelas, atau piring yang baru.
  1. Aluminium.
Kaleng bekas makanan dan minuman dapat dimanfaatkan kembali sebagai kaleng pengemas.
  1. Baja.
Baja sisa kontruksi bangunan akan berguna sebagai bahan baku pembuatan baja baru.
  1. Plastik.
Limbah plastik dapat dilarutkan dan diproses lagi menjadi bahan pembungkus (pengepakan) untuk berbagai keperluan. Misalnya, dijadikan tas, botol minyak pelumas, botol minuman, dan botol sampo.

6.    Macam-Macam Limbah Dan Manfaatnya (Tanpa Melalui Proses Daur Ulang)
Beberapa jenis limbah ada yang dapat dimanfaatkan secara langsung atau pun dilakukan melalui proses daur ulang. Berikut ini beberapa macam limbah yang dapat dirasakan atau dimanfaatkan secara langsung.
  1. Ampas Tahu
Ampas tahu bisa digunakan untuk bahan makanan ternak. Limbah tersebut biasanya mengandung gizi tinggi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan hewan ternak.
  1. Eceng Gondok
    Eceng gondok dapat menjadi limbah perairan jika populasinya terlalu banyak. Eceng gondok dapat dimanfaatkan untuk membuat barang kerajinan, seperti tas.
  2. Sampah Organik
Contohnya daun-daunan dan kotoran ternak. Kedua jenis sampah itu dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Keuntungan menggunakan pupuk organik yaitu tidak merusak kesuburan tanah.




7.    Pengelolaan Limbah Organik dengan Teknologi Superfarm
Pengelolaan limbah organik dengan teknologi superfarm dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos (padat), pupuk kompos (cair), dan pakan ternak.

DECOMPOSER SUPERFARM

  1. Pupuk Kompos (Padat)
a.      Bahan baku :
Jenis Bahan Baku
Jumlah*
Keterangan
Limbah Hijauan
9 karung
Potongan rumput, dedaunan
Limbah Sayuran
6 karung
Limbah potongan bahan sayuran
Kotoran Hewan
20 karung
Sapi, kambing
Decomposer SUPERFARM
1 liter

Air
Secukupnya
Pengencer



Keterangan lain
*Ukuran karung 50 kg

b.      Alat Peralatan :
Jenis Alat
Jumlah
Keterangan
Mesin Penghancur
1 unit
Pisau atau Golok sebagai pengganti
Ayakan pasir
1 unit

Gembor/Emret
2 pcs
Ukuran 10-15 liter
Terpal Plastik
1 pcs
2 x 3 m
Cangkul
6 pcs






c.       Cara Pembuatannya :
1)     Tumpuk bahan kompos kotoran hewan
2)     Lalu tumpuk hijauannya (limbah sayur dan dedaunan), lalu aduk. (total bahan ± 1 ton)
3)     Encerkan 1 liter Decomposer Superfarm ke dalam ± 100  liter air (tergantung kadar air dari bahan kompos), semakin basah bahan kompos maka pencampuran airnya semakin sedikit. (ingat ! 1 liter Decomposer untuk 1 ton bahan kompos)
4)     Semprotkan dan aduk larutan Decomposer Superfarm tersebut ke bahan kompos secara merata
5)     Bahan kompos teraduk dengan rata ditandai dengan apabila adonan (adukan bahan kompos) diperas tidak mengeluarkan atau menetaskan air dan apabila setelah diperas tadi bahan tidak mudah hancur atau tidak renyah dan rapuh (menjaga kadar air ± 30%).
6)     Tutup kompos dengan rapat. Seperti terpal, atau karung.
7)     Ketinggian tumpukkan kompos > 40 cm
8)     Setelah 2 hari kemudian buka penutup, lubangi tumpukan kompos secukupnya secara vertikal atau dari atas hingga ke dasar dengan menggunakan batang bambu, lalu biarkan terbuka selama 3 jam, dan ditutup rapat kembali
9)     Setelah 4 hari kemudian lakukan hal yang sama seperti setelah 2 hari
10) Hari ke-7 kompos sudah dapat (dicacah), diayak dengan ayakan pasir, kemudian dimasukkan ke dalam karung dan juga siap digunakan ke lahan atau dikemas untuk dipasarkan.

d.      Cara penggunaan pupuk kompos (padat) :
1)     Kompos padat ditebarkan disekeliling batang tanaman sebanyak 2-5 kg per tanaman, dan diberikan setiap 6 bulan sekali.
2)     Kompos dapat dicampurkan pada media pot tanaman, sebanyak 1/3-2/3 dari volume pot atau tergantung kebutuhan.

  1. Pupuk Kompos (Cair)
a.      Bahan baku :
Jenis Bahan Baku
Jumlah*
Keterangan
Limbah Hijauan
1 karung
Potongan rumput, dedaunan
Limbah Sayuran
1 karung
Limbah potongan bahan sayuran
Kotoran Hewan
1 karung
Kotoran Sapi, kambing
Decomposer SUPERFARM
0,5 liter

Urine Sapi
5 liter
Ada lebih baik
Air
Secukupnya
Pengencer



Keterangan lain
*Ukuran karung 50 kg


b.      Alat Peralatan :
Jenis Alat
Jumlah
Keterangan
Drum plastik
1 unit
Ukuran 150-200 liter
Pengaduk
1 pcs
Bambu




c.       Cara pembuatan :
1)    Masukkan kotoran ternak ke dalam drum, lalu isi air hingga batas atas drum.
2)    Campurkan urine sapi/kambing, limbah hijauan, dan limbah sayuran, Decomposer Superfarm ke dalam campuran drum tersebut
3)    Aduk hingga rata, dan tutup sekedarnya (tidak rapat)
4)    Biarkan selama 5 hari
5)    Kompos cair siap digunakan.




d.      Cara penggunaan pupuk kompos (cair) :
1)    Pada tahap awal, setiap pengambilan dilakukan pengenceran terlebih dahulu dengan air sebanyak 1:1.
2)    Pengenceran terus dilakukan seperti no.1 sampai isi drum berkurang hingga setengahnya.
3)    Lalu isi air kembali pada drum tersebut hingga penuh
4)    Proses pengucuran berikutnya dilakukan tanpa pengenceran
5)    Lakukan penambahan air kembali jika isi drum berkurang hingga setengahnya (umumnya untuk luasan 1000 m2, penambahan air hanya dilakukan 2-3 kali).
6)    Setelah aplikasi selesai, tambahkan air kembali hingga penuh. Kemudian ditutup, dan akan digunakan untuk pengucuran ke-2 (7-10 hari berikutnya).
7)    Pada pengucuran ke-2, proses pengenceran tidak dilakukan. Selanjutnya lakukan seperti no. 5 – 6.
8)    Setelah pengucuran ke-3 selesai lakukan penambahan kembali bahan-bahan dengan dosis yang sama seperti awal pembuatan kompos kucur.
9)    Kompos cair diberikan pada pangkal dasar tanaman (gunakan gelas aqua (240 ml) atau gembor/emret untuk penyiramannya).
10)  1 drum 200 liter hanya untuk luasan 1000 m2 saja. Untuk 1 hektar diperlukan 10 drum dengan pola yang sama.

Catatan : Aplikasi kompos kucur pada tanaman, digunakan pada 15 hari setelah tanam. Dan pengucuran bisa pada dasar tanaman maupun daun tanaman.

  1. Pakan Ternak
Jenis limbah rumah tangga organik yang mudah busuk dan dapat dijadikan pakan ternak adalah sebagai berikut :

Jenis Limbah Rumah Tangga
Proses
Untuk Hewan
Produk Superfarm
Cara Pemakaian
Manfaat
Nasi, Sayur Kacang
Pengeringan
Ayam, dan bebek
Aves Pedaging
3-5 cc per liter air minum
Anti stress ternak, nafsu makan bertambah, mengurangi tingkat kematian, dan cepat tumbuh
Nasi, Ikan, Sayuran basah
Curah (masih basah)
Ikan Lele, ikan patin (Pembesaran)
Stimulan Tambak
1 tutup per 10 kg pakan basah
Potongan Rumput
Segar
Kambing
Cattle Pedaging
3-5 cc per liter air minum

                                               
Daftar Pustaka

Khazanah Agronom PT GAI, 2009
Akuinginhijau.org
Sarjanaku.com

Info lanjut hub. :
Suheil Qosim Dalimunthe, SP
Email     : suheil@superfarm.co.id
HP          : (0812 6005 0922)
Kunjungi :

1 komentar:

  1. Penanggulangan limbah rumah tangga dapat disertakan dalam kegiatan gotong royong di tingkat RT

    BalasHapus